Kita

Dari awal Kita selalu bersama. Seharusnya sampai kapanpun Kita tetap bersama. Tapi, kenapa karena orang itu Kita terpecah. Karena orang itu Kita menangis. Karena orang itu Dia pergi. Karena orang itu. Kita.

(FF) The Dark chap 1

Chansaem, Daejeon, 2006

siang itu Park Jungsoo sedang memanen kentang manis di gunung desa chansaem, sebelum akhirnya ada seseorang yang memanggilnya. Ia menoleh, didapatinya seorang wanita paruh baya sedang melambai padanya. Wanita itu ada di bawah, jauh dari tempatnya berdiri sekarang. Berteriak menyuruhnya untuk turun.

“Bibi, ada apa?” Tanyanya setelah ia tak jauh dari tempat wanita itu berada.

“Pulanglah, Ibumu sakit. Bibi akan ke kota untuk membeli obat, ada dokter Hong di sana.”

tanpa menunggu jawaban dari Jungsoo, wanita yang dipanggil bibi itu pun bergegas pergi ke arah kota. Jungsoo pun segera berlari menuju rumahnya. Ia sangat takut akan kehlangan ibunya kali ini. Pasalnya ini adalah kali keempat penyakit ibunya kambuh dalam sebulan.

Setelah kematian ayahnya karena terjatuh dari gunung saat memanen. Ibunya mulai sakit-sakitan, dan divonis terkena gangguan fungsi hati atau liver dua tahun lalu. Ia berhenti menjadi guru sekolah dasar, menggantikan ayahnya bekerja sebagai petani kentang dan beras. Sesekali ia masih mengajar juga di rumahnya jika sedang musimmnya ujian atau memang permintaan dari orang tua siswa yang minta diberi pelajaran tambahan di rumahnya.

Setelah sampai di rumahnya Jungsoo segera masuk ke kamar ibunya. Ibunya terbaring lemah di ranjang kayu itu, ada dokter yang sedang memeriksa tekanan darahnya. Juga ada gadis kecil duduk di samping ibunya sedang memijati kaki ibunya. Dia adalah anak dari bibi Jungsoo tadi.

“Oppa!” Seru Lee Taemin, gadis kecil itu saat mnyadari kehadiran Jungsoo.

Memory

Hari ini tampak seperti hariku, hari yang sangat aku inginkan. Duduk di kursi kayu mahoni yang sudah berumur puluhan tahun, melihat indahnya pemandangan di depanku. Hamparan tanah hijau dan bunga-bunga musim yang mulai merekah, langit biru dengan awan putih yang terbang perlahan, dan tak lupa pohon maple besar nan rindang yang setia meneduhkanku melindungi dari teriknya matahari siang.

Kepejamkan mata, menghirup udara segar ini, menikmati hembusan angin yang semilir, menggoyangkan helaian rambutku yang hampir memutih dimakan waktu.

“Bibi Ann”. Panggilan lembut dari seseorang berhasil mengalihkan aktifitasku. Kutoleh, dapat kulihat seorang lelaki. Tampan. Dia mengenakan kemeja polos lengan panjang yg sengaja ia lipa sesiku berwarna babyblue dan celana kain panjang yang senada dengan sepatu hitamnya, juga rambut ikal kecoklatan mnyerupai warna bola matanya. Senyum yang menawan saat dia menghampiriku. Aku hanya terdiam ta memberikan ekspresi apapun. Dia . . . Mengingatkanku pada seseorang.

“Bibi Ann”. Panggilnya lagi saat sudah dihadapanku.

“Ingin kuceritakan sesuatu?”. Ucapku tiba-tiba. Entah kenapa aku jadi ingin menceritakan masa lalu-ku saat melihat wajahnya.

“eh?”.

“Pulanglah! . . Ini akan jadi cerita yang sangat panjang”. Kataku. Terlihat matanya menatapku tak percaya.